Rabu, 08 Januari 2014

FAKTOR PENYEBAB MUNCULNYA FILSAFAT ISLAM

FAKTOR PENYEBAB MUNCULNYA FILSAFAT ISLAM


Kontak dunia Islam dengan peradaban Yunani.
Internasionalisasi imperium Sassaniyah.
Transfer pengetahuan yang pesat pada masa Abbasiyah, terutama masa Al-Ma’mun dan Harun al-Rasyid.
Konversi agama dari kalangan Kristiani ke Islam
Migrasi orang-orang Kristiani ke dunia Muslim
Relasi filsafat dengan perkembangan ilmu-ilmu sains, sehingga mendorong Muslim untuk mempelajari filsafat Yunani/Helenistik

Kaitan antara Filsafat, Qur’an dan Hadist

Qur’an dan Hadis menjadi sumber inspirasi bagi filosuf Islam dalam mengembangkan kajiannya.
Para filosuf Muslim dalam argumentasinya selalu menggunakan konsep-konsep filosofis yang tertera dalam Qur’an dan Hadis. Contoh:
konsep al-haqiqah (kebenaran) sesuai dengan salah satu nama Tuhan al-Haqq (Yang Benar).
Konsep al-hikmah (Q.S. Ali-Imran (3): 48, 81).
“Dan Allah mengajarkan kepadanya Kitab dan kebijaksanaan (al-hikmah).”
Konsep tentang penciptaan, tentang roh dan eskatologi bersumber dari al-Qur’an dan Hadis.

PERBEDAAN FILSAFAT YUNANI DAN FILSAFAT ISLAM

Filsafat Islam berlandaskan Qur’an, Hadits dan keimanan, semenatara Filsafat Yunani mengandalkan rasio semata.
Filosof Muslim menolak pemikiran filsafat Yunani, kecuali tidak bertentangan dengan ajaran pokok Islam.
Filosof mengembangkan pemikiran filsafat Yunani sedemikian rupa sehingga tersedia ruang bagi tampilnya kebenaran azasi dalam Islam. Contoh:
• Filsafat Yunani: Tuhan adalah penggerak pertama bagi alam atau penggerak yang tidak bergerak, filsafat Islam: Tuhan adalah pencipta alam semesta.
• Filsafat Yunani: Tuhan adalah wujud yang hanya mengetahui diri-Nya, filsafat Islam: Tuhan mengetahui diri-Nya dan seluruh ciptaan-Nya.

PARA FILOSOF ISLAM AWAL DI TIMUR

Al-Kindi (796-873 M)
Ia terkenal dengan filsafatnya tentang al-Haq al-Awwal, sebagai ahli epistimologi, etika, kimia, fisika, kedokteran, astronomi, aljabar, musik, geometri dan kedokteran

Al-Farabi (872-950 M)
Ia terkenal dengan teori emanasi, (pancaran/faidh), ahli dalam filsafat sosial/politik, logika, epistimologi, psikologi, teori kenabian

Zakariyya al-Razi (864-925 M)
Ia terkenal dgn filsafat 5 hal yang kekal (Tuhan, Jiwa universal, Materi pertama, ruang mutlak dan waktu mutlak, ahli kimia,

Ikhwan al-Safa (paruh kedua abad ke 4 M), ahli matematia, fisika, logika astronomi, psikologi, filsafat politik

Ibnu Sina (980-1036 M)
ahli kedokteran, fisika, psikologi, logika, teori kebahagiaan dan kenabiaan.

Ibnu Miskawih ( 1030 M)
ahli filsafar wujud, Psikologi, Moral/kebahagiaan, filsafat sosial/politik dan teori evolusi

Al-Gazali (1059- 1111 M)
Ahli Tsawuf, teologi, logika

Ibn Masarrah (883-931 M)
Ibn Bajjah (w. 1138 M), ahli filsafat moral dn psikologi
Ibn Thufail (1106-1185 M), ahli epistimologi dan tasawuf
Ibnu Rusyd (1126-1198 M), ahli logika, fisika, epistimologi, fiqh
Ibnu Sab’in (1217-1270 M)
Ibnu Khaldun (1332-1406 M), ahli filsaft sosial dan sejarah

MASALAH – MASALAH FILSAFAT DALAM ISLAM

Masalah Ketuhanan
Hubungan filsafat dengan agama
Tentang teori penciptaan
Jiwa (roh)
Wahyu dan Kenabian
Eskatologi

SIGNIFIKANSI TEOLOGI TERHADAP PERILAKU UMAT
Untuk memahami keragaman pemikiran dalam Islam
Perbedaan pendapat seharusnya tidak menimbulkan konflik dan perpecahan
Kepentingan politik seringkali mengalahkan ikatan persaudaraan berdasarkan iman

Teologi Islam dan Isu-isu kontemporer

Teologi Islam Tentang Pembebasan : ketertindasan, kemiskinan dan ketimpangan sosial (Surat al-Ma`un:1-7)
Teologi Islam Tentang masalah Transpormasi sosial
Teologi Islam tentang Etos Kerja (al-`Ashar 1-3,
Teologi Islam dan Lingkungan (al-Mulk 15, al-Qashash : 77, al-Rum: 41)
Teologi Islam tentang Gender (Kesetaraan)
Teologi Islam tentang Tata Masyarakat dunia (al-Baqarah : 213)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar